Skip to main content

Mengenal Lebih Dekat Rumah Adat Lempo Gandeng yang ada di Mamuju Tengah

Info Manakarra - Mamuju Tengah merupakan pemekaran dari Kabupaten Mamuju. Mamuju di masa lalu adalah salah satu kerajaan di Mandar/Sulawesi Barat yang bersatu dalam suatu organisasi ketatanegaraan berbentuk federasi yang dinamakan “Pitu Babana Binanga”, kerajaan yang terdapat di muara ini adalah Kerajaan Balanipa, Kerajaan Binuang, Kerajaan Banggae, Kerajaan Sendana, Kerajaan Pamboang, Kerajaan Tappalang, dan Kerajaan Mamuju. Dari kerajaan Mamuju dihadiri oleh raja Mamuju bernama Tamejammeng. Dari keturunan Bangsawan yang diberi gelar Maradika.

Mamuju Tengah resmi berdiri sebagai sebuah Daerah Otonomi Baru (DOB)
dengan dikeluarkannya undang-undang Nomor 4 Tahun 2013.

Rumah Adat Lempo Gandeng Merupakan Rumah Adat " Masyarakat Adat Budong-Budong" Dari Nama Lempo Gandeng (Bahasa Budong-Budong) Yang Berarti Rumah Bergandengan, dapat dilihat dari sejarah masyarakat adat Budong-Budong Itu sendiri Yang meliputi Tangkou, Topoyo Dan Tobadak.

Dari Bentuk Rumah Adat ini memiliki induk di tengah yang menandakan masyarakat Tangkou, dari kiri dan kanan diapit oleh sayap (Bergandengan)  dalam bahasa Budong-Budong Di sebut sebagai Palanto Yang Berarti Topoyo dan Tobadak.

DiRumah adat inilah Setiap Tahunnya di adakan kegiatan adat  "MAMOSE" Dengan Maksud Untuk menyatukan Kekuatan Dan kebersamaan Dalam menjalani dan memperjuangkan kesejahteraan Bersama.

Rumah adat "Lempo Gandeng" Terletak Di Dusun Tangkou Desa Tabolang Kecamatan Topoyo kabupaten  Mamuju Tengah sekitar 10 kilometer dari pusat Ibu kota kabupaten Mamuju Tengah. Yang bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maulun roda empat dengan durasi waktu 20-30 menit.

Tangkou Merupakan tempat pemukiman pertama Masyarakat Adat Budong-Budong Yang Dipimpin Oleh Seorang Tobarak. 

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Singkat Ahmad Kirang, yang Namanya di Abadikan dibeberapa Tempat di Kota Mamuju

Info Manakarra - Nama Ahmad Kirang memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kota Mamuju dan sekitarnya. Bahkan masyarakat perantau yang tinggal di Kota Mamuju sering membaca atau mendengar nama tersebut. Ahmad Kirang Adalah Pahlawan yang berasal dari Kota Mamuju dan kini namanya diabadikan sebagai jalan ahamd kirang, lapangan ahmad kirang, dan monumen patung ahmad kirang. Yang semuanya di abadikan dan berada di pusat kota mamuju. Tak banyak masyarakat yang paham dan mengetahui sejarah riwayat hidup sosok ahmad kirang. Beliau adalah salahsatu putra terbaik bangsa,  yang berasal dari mamuju sulbar, salah satu pahlawan yang gugur sebagai kusuma bangsa. Lettu Ahmad Kirang,  capa kopassus yang gugur dalam penyerangan pembebasan sandera pesawat  garuda DC 9 Woyla di bandara internasional Don Muang, Bangkok. Saat pembebasan sandera tanggal 31 maret 1981. Beliau gugur terkena tembakan di perutnya saat mendobrak pintu pesawat Woyla, setelah beberapa hari di rawat...

Viral, Warga Pilipina Ber-KTP Mamuju Sulbar, Lho kok bisa? Selengkapnya FOR SULBAR

(Foto Source : Facebook) -FOR SULBAR- Beberapa hari terakhir warga Sulbar dikejutkan dengan beredarnya foto KTP dengan alamat Jalan Muh. Husni Thamrin, Desa Rimuku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang Berkewarganegaraan Pilipina. Dari foto diatas dapat kita lihat Pemilik Kartu Tanda Penduduk itu Bernama Eriberto Obod Montefalcon, memiliki NIK dan KTP itu berlaku hingga 2023. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Mamuju, muh Husni membenarkan adanya WNA ber-KTP Mamuju. "ya itu bukan hoaks, memang ada orang Pilipina di mamuju dan memiliki KTP" tegasnya Lantas Netizen Bertanya Apakah Warga Negara Asing (WNA) benar-benar bisa memiliki KTP? Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan bahwa Warga Negara Asing (WNA) atau Orang Asing (OA) tidak dilarang memiliki KTP elektronik. Menurutnya, itu sudah sesuai dengan amanat undang-undang Administrasi Kependudukan (Adminduk). Undang-undang yang memperbolehkannya. ...