Skip to main content

Memprihatinkan, Tua dan Buta Kakek Solihin dan Adiknya Tinggal di Tengah Perkebunan Sawit di Desa polo Camba 1

FOR SULBAR - Kakek Solihin dan Saudaranya Nenek Siti tinggal di Rumah yang terletak di Tengah Perkebunan Sawit, Jauh dari keramaian. Rumahnya terletak 200 meter dari jalan desa di Polo Camba 1 Kecamatan Pangale Kabupaten Mamuju Tengah.

Dari berita yang beredar Kakek Solohin dan saudaranya mengalami gangguan penglihatan sehingga mempersulit keadaan mereka untuk beraktifitas guna menyambung kehidupan.

Untuk Melakukan kegiatan sehari-hari seperti memasak, Kakek yang telah berumur 90 tahun ini harus meraba-raba dan merayap agar terhindar dari lantai rumah yang berlubang dan Rapuh. Kondisi ini Telah berlangsung  puluhan tahun.

Kakek Solihin hanya bisa bersabar dan berdoa dengan kondisi yang dialaminya tapa menyusahkan orang lain, walau terkadang tidak makan berhari-hari dan hanya air putih agar tetap bertahan hidup.

Mengupas soal kemiskinan di Sulawesi Barat maupun Indonesia tidak ada habisnya.
Memang data angka kemiskinan penduduk Indonesia sejak tahun 1976 sampai dengan tahun 2011 telah menunjukan tren penurunan yang cukup siginifikan. Pada tahun 1976, ada 40% atau sekitar 54 Juta penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Pada tahun 1996 atau selama 2 dekade jumlah penduduk miskin berkurang menjadi 22,5 juta jiwa (13,7%). Pada tahun 1998 setelah krisis ekonomi penduduk miskin meningkat menjadi 49,5 juta jiwa (hampir 25%) pada tahun 1998.

Diharapkan Uluran tangan Pemerintah ataupun Dermawan dapat meringankan beban pasangan tua itu mengingat keadaan yang sangat memprihatinkan saat ini.

Comments

Popular posts from this blog

Klarifikasi Dinas Sosial Kab. Mamuju Tengah Terkait 2 Lansia yang Tinggal di Kebun Sawit Desa Polo Camba 1

FOR SULBAR - Kepala Dinas Sosial Kab. Mamuju Tengah (Hj.Asmirah Djamal, SE.M.Si) didampingi Kabid, Perlindungan dan Jaminan Sosial, Korkab PKH, Peksos dan Fasilitator SLRT, mengunjungi kakek Salihin dan Nenek Sitti Muda dengan membawa bantuan ala kadarnya berupa Bantuan Kebutuhan Dasar dan Uang Tunai sebagai wujud kepedulian Kadis Dinsos terhadap masalah2 sosial yg terjadi di Kab. Mamuju Tengah. Setelah menempuh perjalanan darat dgn mobil selama kurang lebih 45 menit kemudian melanjutkan perja lanan dgn berjalan kaki sekitar 200 meter untuk bisa sampai ke rumah Kakek/Nenek ini. Dari hasil kunjungan ini ditemukan beberapa kondisi dan informasi langsung dr kakek salihin,nenek Sitti muda dan perwakilan keluarga. Kakek dan nenek yg beritanya sempat diviralkan ini masih memiliki hubungan keluarga (saudara sepupu) dan tinggal di sebuah rumah dlm area perkebunan sawit. Kepada Kadis nenek Sitti Muda menceritakan bahwa beliau dan kakek salihin sudah tinggal di tempat i...

Sejarah Singkat Ahmad Kirang, yang Namanya di Abadikan dibeberapa Tempat di Kota Mamuju

Info Manakarra - Nama Ahmad Kirang memang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Kota Mamuju dan sekitarnya. Bahkan masyarakat perantau yang tinggal di Kota Mamuju sering membaca atau mendengar nama tersebut. Ahmad Kirang Adalah Pahlawan yang berasal dari Kota Mamuju dan kini namanya diabadikan sebagai jalan ahamd kirang, lapangan ahmad kirang, dan monumen patung ahmad kirang. Yang semuanya di abadikan dan berada di pusat kota mamuju. Tak banyak masyarakat yang paham dan mengetahui sejarah riwayat hidup sosok ahmad kirang. Beliau adalah salahsatu putra terbaik bangsa,  yang berasal dari mamuju sulbar, salah satu pahlawan yang gugur sebagai kusuma bangsa. Lettu Ahmad Kirang,  capa kopassus yang gugur dalam penyerangan pembebasan sandera pesawat  garuda DC 9 Woyla di bandara internasional Don Muang, Bangkok. Saat pembebasan sandera tanggal 31 maret 1981. Beliau gugur terkena tembakan di perutnya saat mendobrak pintu pesawat Woyla, setelah beberapa hari di rawat...

Ternyata ini Penyebab Utama Banjir di Mamuju Kamis Kemarin

Info Manakarra - Kamis, 28 Februari Mamuju dan sekitarnya kembali di Landa Banjir Setinggi hingga Setengah Meter. Hujan deras selama kurang lebih 5 jam membuat sungai Mamuju meluap dan meluluhlantakkan rumah warga yang ada di kecamatan Mamuju dan Kecamatan Kalukku. Banjir tersebut juga mengakibatkan Belasan rumah di kecamatan Kalukku hanyut dibawa banjir. Menurut kepala BPBD Mamuju Bapak Muh Ali Rachman, Banjir diduga karena adanya Penebangan Liar di Daerah Pegunungan Kalukku. Sebenarnya bukan hanya penebangan liar saja yang menjadi pemicu tetapi juga banyaknya Lahan kritis di Sulawesi Barat yang kurang mendapat perhatian Pemerintah. Data Dinas Kehutanan 2014 menyatakan bahwa Sedikitnya 245.970 hektare hutan di Sulawesi Barat dalam kondisi kritis. Presentase kerusakan terparah berada di wilayah Kabupaten Mamasa dengan luas mencapai 94.547 hektare. Sementara di Mamuju, luas lahan kritis mencapai 81.028 hektare.Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sulawesi Barat, Muha...